Sabtu, 07 Februari 2009

Nurani

Nurani adalah suara yang lembut dan pelan dalam batin kita. Nurani itu tenang dan damai, sedangkan ego bersifat tiran, kejam, dan senang memaksakan kehendak.
Nurani mengarahkan visi pribadi.
visi berarti melihat keadaan masa depan dengan mata batin kita dengan pikiran kita.
Semua hal diciptakan dua kali;
*Pertama, merupakan penciptaan pikiran, yaitu visi yang jadi awal proses penemuan diri।Visi ini mewakili keinginan, impian, harapan, tujuan, dan rencana।
*Kedua, merupakan disiplin, Disiplin itu adalah pelaksanaannya, yang mebuat terjadi, yang merupakan suatu pengorbanan yang mau tak mau harus dilakukan untuk mewujudkan visi।

Kita harus memandang ke dalam untuk melihat diri kita sendiri, memperhatikan wadahnya, yaitu jiwa kita; lihat dan dengarkan dia . Sebelum kita mendengarkan sesuatu yang bermimpi melalui diri kita, dengan kata lain, sebelum kita menanggapi ketukan pintu dalam kegelapan, kita tidak akan dapat mengangkat momen dalam suatu waktu di mana kita terpenjara, kembali lagi ke tingkat di mana tindakan penciptaan yang besar sedang berlangsung।
Orang-orang yang berjasa besar dalam hidup ini adalah mereka yang tetap menjawab ketukan di pintu itu, kendati mereka takut terhadapnya. Keberanian adalah inti dari gairah,
Gairah muncul dari dalam hati dan tampak nyata sebagai optimisme, semangat, hubungan emosional, tएकड़

la menggelorakan dorongan yang tak kenal henti
Kunci untuk menciptakan gairah dalam hidup Anda adalah menemukan bakat unik, peran, dan tujuan khusus Anda di dunia .

Berupayalah untuk mempertahankan percikan api ilahi yang disebut nurani itu tetap menyala।
nurani—yaitu kesadaran moral kita, cahaya batin kita—merupakan fenomena yang bersifat universal। Kodrat rohani dan kodrat moral manusia itu terlepas dari agama, atau pendekatan agama, budaya, geografi, nasionalitas, atau ras tertentu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berilah komentar apabila menurut anda perlu dikomentari!